Sabtu, 02 Januari 2016

Yang Terpilih


Bumi di tahun 5015 memasuki periode kehancuran. Krisis kemanusiaan terjadi di mana-mana. Kehancuran peradaban manusia berada pada puncaknya. Spesies baru bernama Sang Penghancur hadir menjadi predator paling mematikan bagi kelangsungan hidup manusia. Spesies manusia lama terancam punah, hanya sebagian dari mereka yang bisa terselamatkan. Kanselir Madam X bereksperimen dengan klan manusia lama untuk menjaga spesies ini tetap lestari. Mereka dikumpulkan dalam sebuah proyek rahasia tanpa sepengetahuan pemerintah pusat. Mereka yang jadi kelinci percobaan itu diberi nama Yang Terpilih.
Dunia boleh serba digital. Ketika sebagian manusia beranggapan bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah periode kejayaan manusia, kenyataannya adalah sebaliknya: periode kehidupan manusia berada pada puncak kehancuran. Semesta akan menyelesaikan abdinya. Manusia tak lebih dari virus komputer yang patut dihancurkan oleh sistem. Manusia tak lebih dari robot yang dikendalikan oleh sistem teknologi. Fase kehancuran baru saja dimulai.

Aku mencoba melawannya dengan begitu putus asa, berjuang mengendalikan semua sensor penghubung otakku. Syaraf motorik sebagian besar tubuhku nyaris tidak bisa kufungsikan. Sesuatu yang asing telah mengendalikan diriku. Sesuatu yang sama sekali tak mampu kukendalikan oleh otakku sendiri.
"Sistem sepertinya sudah mulai bekerja." Sebuah suara merobek lubang pendengaranku seketika. Menggaung di udara lantas beresonansi dengan logam di sekitarnya.
Sebuah ruang serba putih menelan keberadaanku. Aku pikir, ruangan ini tak salah bila disebut laboratorium. Beberapa tabung reaksi, meja bedah, dan peralatan mirip robot berjejer acak di hampir seluruh bagian ruang.

Belalai panjang mengambang di udara dengan pangkal tertanam di atas langit-langit, sementara ujungnya--hampir tak bisa kupercaya--menyumpal mulutku.

Kecuali orang-orang berkostum astronot, lengkap dengan masker dan alat bantu napas menyerupai alat snorkling, hal lain membuatku terkejut: tubuhku terlentang polos dengan banyak kabel warna-warni tertancap di seluruh bagian tubuhku.

"Rupanya kamu sudah sadar." Salah satu dari mereka mendekat, menatapku lekat.

Aku mencoba menggerakkan kaki dan tangan. Percuma saja, semua terasa kaku.

"Selamat bergabung, Nak. Selamat menjadi Yang Terpilih," lanjutnya. "Kodemu, Alpha 8152 X Omega."

Sama sekali aku tak paham akan apa yang dikatakan orang itu. Pertanyaan demi pertanyaan terakumulasi menjadi dengungan hebat dalam kepalaku. Otakku mencoba mendeteksi apa yang sebenarnya terjadi, kepalaku pusing setelahnya

"Fase Gone segera tiba. Semoga kamu bisa menikmatinya."

Gone? Apa artinya. Aku tidak sempat berpikir lagi, ketika otot-ototku menegang. Desir hebat aliran darahku seolah mengeras. Aku tak merasakan keberadaanku kecuali rasa tercekik di tulang leher. Mataku mengabur dengan menghadirkan kunang-kunang raksasa sebelumnya. Cahaya menyilaukan mengantarku ke lembah paling gelap kesadaranku.

"Inikah yang dimaksud fase Gone?" gumamku dalam hati sebelum semuanya benar-benar gelap. Kian memekat.

*****

Aku merasakan sesuatu yang asing dengan tubuhku. Sesuatu yang keras mencangkangi seluruh daging tubuhku. Aku berpikir bahwa yang dimaksud dengan Yang Terpilih itu adalah spesies baru manusia robot?
Belum selesai dengan pikiranku, seseorang dengan kostum astronot mendorongku dari arah belakang. Hampir aku terjerembab dari landaian tangga pesawat.

"Lakukan!" teriaknya.

"Lakukan apa?" stimulasi otakku lambat bereaksi.

Orang itu terus mendorongku. "Lakukan bodoh! Yang Terpilih bukanlah spesies pengecut."

Aku tak mengerti. Sama sekali tidak mengerti. Kecuali sebilah launcher--senjata dengan cairan kimia di dalamnya, aku tidak paham apa yang harus dilakukan dengan senjata tersebut.

"Bunuh mereka!" Sekali ini dorongan orang itu membuatku benar-benar terjerambab dari atas pesawat. Pemandangan asing terbentang di hadapanku. Orang-orang berbaju astronot sedang berperang dengan orang-orang berbaju hitam pekat mirip Orko.

Desingan senjata launcher terdengar disertai cahaya warna hijau terang menyilaukan mata. Aku belum sepenuhnya menguasai diri.

Ini kali pertama terjebak di dalam pertempuran di negeri antah berantah.

"Aktifkan sistem launcher-nya, bodoh!" Suara itu menyeruak, padahal sosoknya jauh berada di atas pesawat sana.

"Segera! Atau kamu mati tertembak senjata Sang Penghancur."

Aku meraba bagian atas senjata yang mirip senapan laras panjang transparan itu. Sebuah knop tanpa sengaja tersentuh. Sesuatu yang cair meluncur deras. Warna hijau menghambur, aku terjengkang tidak siap dengan keadaan itu.

Efek luncuran senjata itu sungguh luar biasa. Sesosok tubuh berjubah hitam terjengkang dengan sengatan jala listrik melingkup tubuhnya. Ia kejang-kejang lantas hancur menjadi asap pekat.

"Bagus! Simulasi pertamamu berhasil," suara itu hadir serta-merta, mengembalikan tubuhku dari arena pertempuran ke laboratorium serba putih tadi.

Aku mengerjap. Warna-warni kabel tadi tiba-tiba satu persatu tercerabut dengan sendirinya. Aku mencoba bangkit. Kali ini, orang-orang berkostum astronot tadi telah berubah tampilan manusia seutuhnya, seperti diriku.

"Pakailah!" Ia melempar pakaian ke arahku. Aku baru sadar akan kepolosan tubuhku. Aku menangkap dan mengenakan pakaian itu segera.

"Senang dengan keadaan dirimu sekarang?"

Aku menatapnya lekat. Senang? Tentu saja aku harus mengatakannya tidak. Aku lebih suka menjadi spesies manusia lama ketimbang Yang Terpilih, sebab, kendali otakku ada di tangan mereka.

"Inilah bagian dari evolusi manusia," ujarnya. Ia berdiri. Sosok itu--lelaki botak setengah baya mirip tampilan seorang profesor--berdiri di sampingku.

"Evolusi menuju kehancuran," sanggahku. "Kalau harus jujur, aku lebih setuju dengan evolusi Darwin ketimbang evolusi buatanmu." Ada ledakan emosi yang meluncur deras dari dalam tubuhku.

"Dan, aku lebih senang dijadikan manusia monyet, ketimbang harus menjadi manusia robot buatanmu," lanjutku.

"Sayangnya, spesies manusia monyet ciptaan Darwin sudah lama mati menjadi fosil," tegasnya.

Menjadi diriku yang sekarang ini, membuatku linglung. Persetan dengan Yang Terpilih! Persetan dengan Kanselir Madam X! Persetan dengan semuanya.

Selepas dengan eksperimen tadi, aku mencoba melepaskan diri dengan keterikatan sistem dengan Yang Terpilih. Aku harus kembali menjadi spesies manusia lama, walau setelahnya mungkin aku akan punah seperti yang lainnya.

Namun, bagaimana caranya?

Cibatu-Garut, 29 Desember 2015


-----
repost from PANCHAKE

Selasa, 01 Desember 2015

CreepyPasta #5

FIRST WORDS
Penulis: alatus_corruptrix

Sumber: Reddit Short Scary Story
 
Dalam beberapa hari, anak kami akan mengucapkan kata pertamanya. 

Aku dan istriku sudah menebak-nebak apa yang akan ucapkan untuk pertama kalinya. “Mama?” atau “Papa”? 

Aku bisa mendengar istriku merayunya sambil memberinya makan, “Ayo anak perempuan kesayangan Mama! Mama sayang kamu! Ayo ucapkan ‘Mama’ ... ayo, ‘Mama’!” 

Aku jadi teringat ketika kami pertama membawanya pulang ke rumah. Ia hanya berteriak dan menangis tanpa henti. Tak ada yang bisa dikatakan istriku untuk menenangkannya. Namun aku selalu tahu cara untuk membuatnya tertidur. Yah, aku memang tak pernah mengatakannya pada istriku, namun anak kami jelas lebih menyukaiku ketimbang ibunya. Aku berani bertaruh pasti kata pertama yang ia ucapkan adalah “Papa”. 

Aku mendudukkan putri kami di atas kursi dan istriku kembali berusaha membuatnya bicara. 

“Ayo ... siapa anak Mama? Siapa anak Papa?” 

Aku menarik dot dari mulut anak kami. 

“Ku ... kumohon ... apa yang kalian inginkan? Kumohon lepaskan aku ...” 

Senyum istriku langsung luntur. Dengan berat hati, aku menaruh kembali dot ke mulutnya dan istriku mulai berteriak tak karuan. Aku membawanya ke kamarnya, menguncinya, dan mematikan lampu. Aku kembali ke dapur dan menemukan istriku sedang menangis
.
“Tak apa-apa, Sayang,” ucapku sembari menghiburnya, “Anak berikutnya akan lebih baik, aku berjanji!” 

***

CreepyPasta #4

'TIS BETTER TO GIVE, THAN RECEIVE
Penulis: BudongHerder
Sumber: Reddit Short Scary Story
 
Natal akan segera tiba! Adikku dan aku sangat bersemangat menyambutnya! Ibu benar-benar stress setelah kehilangan pekerjaannya seminggu lalu, namun itu tak menghentikannya untuk memasak makanan lezat bagi kami. Ia memasak makaroni untukku serta hotdog keju untuk adikku. Adikku benar-benar suka hotdog! 

Ibu duduk denganku malam itu dan mengatakan bahwa sejak ia kehilangan pekerjaan, ia mungkin takkan bisa memberikan kado natal seperti tahun-tahun lalu. Ia mulai menangis ketika kami memeluknya dan mengatakan bahwa itu tidaklah masalah. Ia mengatakan pada kami, “Kalian berdua adalah kado natal terbaik yang bisa ibu dapatkan!” 

Itu memberikanku dan adikku ide terbaik yang pernah ada! Aku akan mengenakan pita dan karena adikku cukup kecil, ia bisa masuk ke dalam kotak yang akan kubungkus, dan kami berdua akan menjadi bingkisan kado untuk ibuku! Kami bangun pagi-pagi ketika Natal tiba dan menyiapkan semuanya. Wah, ternyata butuh waktu lebih lama ketimbang yang kami pikirkan, namun akhirnya semua selesai. Setelah aku menyiapkan adikku, akupun memakai pita dan pergi untuk membangunkan ibu.

Ketika ia melihatku, ia mulai tertawa dan tersenyum bahagia. Semua berjalan dengan sukses! Namun ketika aku mengantarnya ke pohon natal, ia mulai menjerit dan menangis. Aku tak mengerti! Kenapa? Bukannya mendapatkan banyak hadiah yang kecil-kecil untuk dibuka jauh lebih baik ketimbang hanya satu hadiah besar? Benar bukan?

***

CreepyPasta #3

I KNEW TODAY WAS GOING TO BE A BAD DAY
Penulis: cocodel
Sumber: Reddit Short Scary Story
WARNING: GORY MATERIAL
 
Aku tahu hari ini akan jadi hari yang buruk saat aku menyaksikan seekor kucing tergilas mobil. Ban mobil itu melindas punggungnya dan setelah mobil itu menggilasnya, aku bisa melihat sekujur tubuhnya telah membengkok menjadi huruf U. Kepala dan ujung ekornya menunjuk ke atas, bagian perutnya hancur dan tumpah ruah di atas aspal. Makhluk malang itu tak mati seketika. Ia memuntahkan darah dan bernapas tersengal, dengan bola mata melotot lebar hingga hampir melompat keluar, dan mengeong kesakitan sebelum nyawanya akhirnya benar-benar tecabut dan ringkikan napasnya terhenti. 

Ketika melihatnya, aku menjerit dan berusaha keras agar tidak muntah. Si brengsek yang melindasnya bahkan tak repot untuk berhenti. Aku mulai mengatur napasku yng tersengal-sengal karena panik dan duduk di trotoar sementara air mata mulai mengaburkan pandanganku. 

Aku sama sekali tak kuat dengan hal-hal yang berbau gore. Aku akui, aku memiliki mental yang lemah apabila berhadapan dengan hal-hal semacam itu. Aku mudah terkena serangan panik dan mental break down. Terapi yang seimbang dengan pemakaian obat-obatan anti-depresi telah membantuku menghadapi hal-hal yang membuatku tak nyaman atau membikin stress.  

Lucu bagaimana otakmu akan berusaha melindungimu dari hal-hal semacam itu.
 
Ibuku sering mengatakan bahwa tiap hari adalah hadiah, penuh dengan kemungkinan dan harapan. Hari ini jelas tidak memiliki awal yang baik. 

Aku memikirkan tentang kucing itu sepanjang hari kerjaku. Aku terus mendengar suara retakan tulangnya yang hancur ketika ban mobil meratakannya di aspal. Aku mendengar hentakan napasnya yang terdengar putus asa dan pasrah, hampir terdengar seperti tangisan bayi. Tiap kali aku menutup mataku, yang terlihat hanya bayangan mengerikan itu. Terlalu banyak darah, serpihan tulang, dan semburan bagian dalam tubuhnya ... aku tak bisa melepaskannya dari benakku. Mereka seakan sudah menodai alam bawah sadarku. 

Aku pergi keluar untuk makan siang di luar, mencoba menghirup udara segar dan melupakan kjadian tadi pagi. Aku tak ingin kembali ke tempat dimana kucing itu terlindas mobil, namun mau tak mau aku harus melewatinya agar bisa pergi ke kafe terdekat. Aku benar-benar memerlukan kopi saat itu, jadi aku pasrah saja. 

Ketika aku sudah hampir mendekati lokasi tersebut, aku melihat kerumunan orang. Aku juga melihat polisi mencoba mengatur lalu lintas dan pita kuning untuk mengamankan TKP direntangkan di sepanjang jalan. 

Ketika aku mendekat, aku melihat mobil polisi, ambulan, dan kerumunan orang yang berwajah pucat. Di tengah semuanya, aku bisa menyaksikan sebentang selimut, merah, bak terendam oleh darah, menutupi dimana kucing tadi terbaring tak bernyawa. 

Tak jauh dari selimut itu, aku melihat sebuah sepatu mungil, bernoda darah pula, tergeletak begitu saja di aspal. 

Aku merasakan kulitku merinding dan pandanganku mulai kabur ketika aku mendengar kembali tangisan terakhirnya dan suara retak saat mobil itu melindas tubuhnya. Suara itu kembali bergema di benakku. 

Lucu bagaimana otakmu akan berusaha melindungimu dari hal-hal semacam itu.

***

CreepyPasta #2

HORRYFYING ESCAPE PLAN

Sumber: wattpad
  Alice_Eve_Raven_Coffin_42312
Creepypasta ini menceritakan rencana gila seorang tahanan wanita untuk melarikan diri dari penjara dengan ending tak terduga.
***
Seorang wanita cantik dihukum seumur hidup di sebuah penjara akibat kasus pembunuhan.marah dan dendam dengan situasi yang ia hadapi, ia memutuskan bahwa ia harus melarikan diri dari penjara tersebut.
Ia berteman baik dengan seorang penjaga penjara itu. Tugasnya adalah menguburkan napi yang meninggal di pemakaman yang terletak di luar dinding penjara. Setiap ada napi yang meninggal, ia akan membunyikan bel, yang akan terdengar oleh napi-napi yang lainnya.

Sang penjaga kemudian memindahkan jenazah napi tersebut ke sebuah peti. Kemudian, ia akan pergi ke kantornya untuk menandatangani surat sertifikat kematian sebelum akhirnya kembali untuk memaku tutup peti mati itu. Terakhir, ia akan meletakkan peti itu di dalam mobil jenazah untuk kemudian dibawa keluar untuk dimakamkan. 

Setelah hapal dengan rutinitas penjaga itu, sang wanita menyusun rencana dan membaginya dengan sang penjaga tersebut. Jika lain kali bel berbunyi, maka wanita itu akan meninggalkan selnya, lalu menyelinap ke dalam ruangan dimana peti mati tersebut biasa disimpan. 

Di sana ia akan menyelinap masuk ke dalam peti mati bersama jenaza pada saat sang penjaga keluar untuk menandatangani surat kematian. Ketika sang penjaga kembali, ia akan memaku peti mati itu dan membawanya keluar dari penjara dengan sang wanita masih ada di dalam peti mati itu. Ia kemudian akan menguburnya.

Wanita itu tahu bahwa akan ada cukup udara baginya untuk bernapas di dalam peti mati itu untuk semalam dimana sang penjaga akan kembali untuk membongkar kuburan dan mengeluarkan wanita itu dari dalam peti mati. 

Semula sang penjaga merasa ragu untuk ikut dalam rencana tersebut, namun karena ia dan wanita itu sudah bersahabat cukup dekat, maka akhirnya ia menyanggupinya. Sang wanita menanti selama beberapa bulan hingga salah satu napi di dalam penjara tersebut mati. 

Suatu malam, ketika ia tengah tertidur, ia mendengar suara bel berbunyi. Ia segera bangun, membuka kunci di pintu selnya, dan mengendap-endap masuk ke ruangan dimana peti mati itu disimpan. Jantungnya berdetak sangat kencang sebab ia beberapa kali hampir tertangkap, namun akhirnya ia berhasil melakukannya. 

Di dalam kegelapan, ia akhirnya menemukan peti mati itu dan kemudian dengan hati-hati masuk ke dalamnya. Ia menunggu beberapa saat hingga mendengar suara langkah kaki sang penjaga datang untuk memaku peti mati itu. 

Ia bisa mendengar suara palu dan sedikit goncangan di peti mati itu. Tentu saja sang wanita merasa tak nyaman berada di atas sebuah jenazah, namun ia tahu hanya ini satu-satunya cara ia bisa mendapatkan kebebasan. 

Ia merasakan peti mati diangkat dan iapun mendengar suara derum mobil. Ia kemudian merasakan peti matinya diangkat kembali dan kali diturunkan. Pasti ia sudah sampai di pemakaman. Kemudian ia mendengar suara tanah ditimbun di atas peti mati. 

Dan kemudian sunyi. 

Setelah beberapa menit, si wanita mulai merasa bosan. Didorong rasa penasarannya, ia menyalakan korek api yang ia bawa untuk melihat jenazah siapa sebenarnya yang dikuburkan bersamanya.

Ia sangat ketakutan begitu menyadari ia berada di atas jenazah sahabatnya, sang penjaga.

***

CreepyPasta #1

PET CAT

Source : scaryforkids
1433583555628
 
***
 
Beberapa bulan yang lalu, aku dan keluargaku pindah ke sebuah desa kecil dan aku harus pindah ke sekolah yang baru. Tetanggaku adalah seorang wanita tua yang gila. Ia menghabiskan hari-harinya dengan duduk sendirian di depan rumahnya sambil berbicara sendiri. 

Suatu hari, ketika aku lewat depan rumahnya, aku menyadari bahwa ia tengah mengelus-elus sesuatu di pangkuannya. Awalnya aku pikir itu kucing, tetapi ketika aku melihat lebih dekat, aku menyadari bahwa tidak ada apapun di pangkuannya. Ia hanya meletakkan tangannya di lututnya dan mengelus-elus udara.
Mungkin dulunya ia punya anjing peliharaan, pikirku, dan anjingnya mati dan ia berpikir bahwa anjingnya masih disana. Aku merasa kasihan kepada wanita tua tersebut, aku menghela napas dan melanjutkan perjalanan. 

Kemudian, suatu malam ketika aku sedang tidur, sesuatu yang aneh terjadi. Aku bangun karena merasakan sesuatu yang berbulu berada di sampingku. Aku ketakutan dan langsung terbangun dari tidurku. Kemudian, aku melihat bayangan dari ujung mataku. Bayangan itu turun ke lantai kemudian keluar melalui pintu.
Aku sangat terkejut saat itu. Ketika aku mulai tenang, aku menyadari bahwa hal itu mungkin saja hanya kucing atau anjing liar yang masuk ke rumah.

Kemudian, aku memandang keluar jendela kamarku dan melihat wanita tua itu. Ia berdiri di trotoar, dibawah lampu jalan. Rambutnya yang abu-abu dan panjang berkibar karena tertiup angin. Matanya terbuka lebar dan ia memandang lurus ke arahku. 

Aku begitu ketakutan hingga aku berlari menjauhi jendela. Kemudian akhirnya wanita itu berbalik dan masuk kembali ke rumahnya. 

Cukup lama untuk membuatku tenang kembali, tapi akhirnya aku dapat kembali tidur. Saat aku hampir tertidur, aku mengingat sesuatu yang menurutku aneh. Ketika aku melihat bayangan kucing atau anjing liar yang keluar dari kamarku… sesuatu itu tidak seperti sedang berlari… kelihatannya seperti menggelinding di atas lantai.

Pagi harinya, aku bangun dan turun untuk sarapan. Dalam perjalanan menuju sekolah, aku melewati rumah wanita tua itu lagi. Seperti biasanya, ia duduk di balkonnya, berbicara sendiri dan mengelus-elus sesuatu yang tak terlihat di pangkuannya
.
Ketika aku melewatinya, aku samar-samar mendengarnya berbicara, “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau pergi dariku tadi malam? Lihatlah, kau menakuti gadis itu!” 

Perasaanku mulai tidak enak dan aku mulai gemetar. Aku langsung berlari pergi. 

Di sekolah, aku coba menanyakan teman-temanku tentang wanita tersebut. Tidak ada yang tahu tentangnya, kecuali bahwa ia keluar dari rumah sakit jiwa sekitar sepuluh tahun yang lalu. Mereka bilang bahwa ia memiliki riwayat gangguan jiwa dan itulah kenapa semua orang menjauhinya. Sejak ia keluar dari rumah sakit jiwa, ia hanya duduk diam di balkon rumahnya
.
Beberapa hari kemudian, ayahku berbincang-bincang dengan pria tua yang sejak dulu tinggal di desa ini. Ketika ayahku bertanya padanya tentang tetanggaku, ia menceritakan hal yang membuatku merinding.
Ia berkata bahwa wanita tua itu menghabiskan 30 tahun waktu hidupnya di dalam rumah sakit jiwa. Ketika ia masih muda, ia menikah dan tinggal di tempat yang sama bersama suaminya. 

Katanya, ia mencurigai suaminya berselingkuh selama bertahun-tahun, namun ia selalu menyangkalnya. Kemudian pada suatu malam, ia menangkap basah suaminya dengan wanita lain. Ia membunuh suaminya dengan kapak kemudian memenggal kepalanya. 

Ketika polisi datang, ia sedang duduk di balkon rumahnya sambil menyeringai gila. Kepala suaminya berada di pangkuannya. Ia berbicara kepada kepala yang terpenggal itu dan mengelus-elusnya dengan lembut. 

***

Kamis, 03 September 2015

Inilah Perbedaan "Sadis" Anak SD Zaman Dulu dan Sekarang



Kalau zaman sekarang, istilah “alay” udah bergeser jadi “cabe-cabean”. Cabe-cabean itu cewek-cewek usia pubertas 2 Dimensi (Muka PUTIH, leher HITAM) yang suka bonceng 4 dengan formasi 3 + 1; dengan komposisi 3 diatas sepeda motor dan 1 diatas knalpot motor matic kredit 3 tahun *lucu gak? Gak yah? Yaudah deh*

Maka dari itu ane mau nostalgia sama kehidupan ane yang bahagia sebagai anak kelahiran 90an, berikut cuplikannya: *Gak nyambung cetaaan*
    
1. KEBIASAAN
Hal-hal ‘idiot’ anak 90an waktu masih SD adalah nempelin diam-diam kertas bacaan “AWAS ADA ORGIL” dipunggung temen, terus diketawain rame-rame. Kalau ada yang ditaksir modus operandi yang digunakan juga biasanya dengan “Ular-ularan” atau “Ulat mainan” yang dibeli didepan pagar sekolah terus dilempar random kearah cewek-cewek *AAAAKKKK AAAAAKKK* *Maap ane yang histeris*

2. WARNET
Kalau sekarang jumlah warnet udah kayak “jomblo”, gak keitung!, tiap jarak satu ruko pasti ada. Kalau dulu, sekitar awal tahun 2000an (mulai-mulainya invasi internet) harus lewati gunung mendaki lembah (ada yang aneh). Dari tarif billing Rp. 4.500,- sampai Rp. 8.000,-/jam. Sadis gak tuh? Kalau sekarang Rp. 5.000,- ajah udah bisa maen paket 3 jam dapat handsfree gratis lagi *kebongkar dah aib*

Hal-hal membanggakan yang dilakukan adalah chatting sama bule atau anak SMK yang bolos sekolah di “MiRC”, sejenis “Omegle” yang intinya adalah random chatting sama strangers. Nickname-nya jugak anugerah yang kuasa banget: mulai dari “cowo_ganteng” sampai “Cewe_CutEzZz19” yang mayoritas diisi oleh makhluk-makhluk cabul.

3. SOSMED
Kalau sekarang sih Twitter, Facebook, Instagram, Path, dll. Kalau dulu yang paling booming itu “Friendster”, sejenis ‘mini’ blog.
Apa saja yang biasa dilakukan? Nah ini pertanyaan oke!. Biasanya sulit buat nge-stalk si “ciye-ciye” karena ada opsi yang bisa ngeliat siapa aja yang ngunjungin profil kita. Semakin banyak list teman, ratusan komentar teman, background super norak yang nutupin tulisan utama profil akun, serta tulisan bling-bling, maka semakin Gaoel-lah anda! Yeaah~

4. GADGET
Samsung? Lenovo? Oppo? Bebeh? Apa ituh?!! Kami tidak mengenal benda-benda itu!. Dulu pakek Nokia 6600 atau Nokia 1200 itu udah bangga banget coy.
Selain main game “uler-uleran” yang hanya game over kalau nabrak badan sendiri, biasanya ngirim SMS kosong keteman atau yang ditaksir setelah beli paket 1000 SMS/SMS gratis, terus berharap dapat balasan. Dan begitulah seterusnya sampai Jepang rapih kembali setelah pertarungan Ultramen.

5. TONTONAN
Satu yang paling menyenangkan kehidupan anak era 90an adalah tontonan yang gak ‘serusak’ sekarang. Ingat “P Man” superhero yang dipencet hidungnya? Atau “Lets and Go” tentang kejuaraan Tamiya?
“Beyblade” yang adu gasing paling lama, sampai ada yang nyuri wajan emak, buat jadi arena? Semuanya mengajarkan persahabatan dan tantangan agar jangan mudah menyerah menggapai apapun.

Dan cita-cita tertinggi anak SD 90an kalau ditanya sodara sama guru adalah: “Aku mau jadi Spidermen” atau “Aku mau jadi Betmen”.

Kalau yang udah agak dewasa biasanya nonton telenovela atau sinetron Escetepe; “Tersanjung”, “Tersayang”, “Terpelanting” (yang terakhir fitnah, coeg). Logonya sampai dibuat dibaju anak-anak, kotak pensil sekolah, sama topi gitu. Kalau gak dibeliin Emak, ngamuk-ngamuk gak mau sekolah *Anak gak tau diri*.

6. JAJANAN
Chiki Ball & Friends, Jagoan Neon, Cokelat Payung, Sugus, Anak Mas, Permen Karet Yosan, Choki-Choki, Indomie, Mie Sakura adalah jajanan wajib. Pemakan Chiki-chiki biasanya hanya punya satu tujuan utama, yakni… *jeng jeeeeng* “TAZOS”, sejenis kartu yang mainnya dengan cara dilempar ke dinding atau dipukul dengan tangan sampai memar!.

7. BACAAN
Biasanya anak-anak menengah keatas bacaannya majalah Bobo, kalau anak-anak biasa paling suka mantengin gerobak Abang-abang jualan didepan pagar sekolah, apalagi kalau bukan beli komik Petruk-Gareng mahakarya ‘oppung’ Tatang S yang harga 500an. Judulnya aja ngeri-ngeri cihuyyy: “Di Kerjain Janda”, “Menantu Palsu”, “Azab Pocong Perjaka”, dll.

8. GAME
Bukan game yang sering dimainin bocah di warnet, atau yang didownload anak gahoel di Playstore. Yang bikin ente beken itu kalau udah punya “Gembot” yang makainya sampai tonjok-tonjokan sama adek sendiri dulu. Tersedia versi sewanya, mainnya ‘wajib’ jongkok, terus kalau waktunya udah abis talinya ditarik sama abang-abang kamfret.

Kalau yang cewek juga paling suka maen “Bongkar Pasang”, berbi-berbian dari kertas yang bisa ditukar-tukar bajunya, tiga kali maen lepas dah kepalanya :’)

Yang seru itu kalau udah main “petak umpet”, “kelereng”, “patel lele”, “bola debok”, “Main adu layangan” yang kalau putus wajib dikejar sampai mampus karena menyangkut harga diri. Yang agak mewah dikit kayak “Ludo” sama “ular tangga” atau “Kapal-kapalan” yang bunyinya ‘Tek tek tek’ terus cuman muter-muter di ember. Dan semua aktivitas ini hanya bisa dihentikan oleh alam, bencana alam lebih tepatnya, berupa teriakan panggilan emak yang sampai 3 rumah tangga di jam-jam maghrib.

9. RADIO
“Mekummm (bentuk alay dari “Assalamualaikum”), minta lagu ‘ST 12’ yang ‘Aku masih sayang’ spesial buat si Gadis Desa di villa asmara, aku selalu merindukanmu cayang… *kemudian gorok leher sendiri* *sumpah ini bukan ane, ane hanya saksi hidup*
Kirim pesan di radio yang isinya dari oppung yang punya oppung dan oppungnya lagi sampai generasi ke-3 adalah kebanggaan setiap makhluk nestapa 90an.

10. BINDER
Ituloh buku klip harga 15000an, yang isinya kertas warna-warni yang dipotong-potong, terus dikumpulin buat jadi koleksi. Tiap jam istirahat, usaha buat tukeran sama teman. Modus yang paling sering itu kalau kertasnya agak tebal dikit, atau motifnya agak okean ditukar dengan 2-4 binder polos biasa.
Terus isinya dibikin biodata temen-temen satu kelas dengan sandi absurd: “Mikes” aka Minuman Kesukaan, “Makes” aka Makanan Kesukaan, sama lebihan foto raport.

11. STYLE
Kegaholan remaja sekarang diuji dengan behel 200rb-an digigi dan hape android KW dewa yang kalau kepelanting gak bisa hidup lagi, atau juga hotpants yang sulit dibedakan itu celana apa kolor Agung Herkules *maap Bang*.

Style anak 90an diuji dengan rambut belah tengah ala Demi Moore, yang cewek dengan gaya rambut “Bondol”. Terus celana kargo Alien workshop atau nggak celana mambo yang lebar gombrang?, Sepatu Dokmart (sepatu bot berbrand Dokter Martin yang banyak KW-nya di Pasar Bawah dan area kodim keatas). Kasta tertinggi anak SD 90an adalah sepatu La-Gear yang kalau diinjak nyala lampunya satu set sama Tas Alpina. Awwww…

Dan masih buanyaaaak lagiii…

Kalau ente-ente yang TUA-TUA ingat semua kenangan indah itu, berarti masa kecil ente terselamatkan. Anak-anak 90an adalah anak-anak paling jujur sebagai “anak-anak” dan berbahagia dari semua generasi

By know it all